Kenali Perkembangan Normal Kemampuan Makan Pada Bayi

Spread the love

Perkembangan Kemampuan Makan Pada Bayi

Sandiaz Yudhasmara, Widodo Judarwanto

Studi penelitian tentang perkembangan keterampilan makan oral bayi telah difokuskan terutama pada perhatian utama dari masalah makan oral, yaitu kemampuan bayi untuk mengisap, menelan, dan bernapas dan kegiatan bayi yang terkoordinasi 

Selama dekade terakhir, penelitian tentang perkembangan fungsi esofagus telah mengidentifikasi transportasi bolus esofagus sebagai komponen yang sama pentingnya dari keterampilan pemberian makan bayi secara oral. Namun, dampak komponen ini terhadap keamanan dan kompetensi pemberian makanan oral bayi belum sepenuhnya diakui dalam praktik klinis.

Mengisap mungkin bersifat nutrisi atau nonnutrisi dengan konsumsi cairan/susu terlibat atau tidak terlibat, masing-masing. Wolff (8) menggambarkan pengisapan nutrisi terjadi pada 1 siklus/s dan pengisapan nonnutrisi pada 2 siklus/s. Perbedaan ini mungkin disebabkan oleh fakta bahwa selama penghisapan yang tidak bergizi, terjadi penelanan minimal, kecuali air liur bayi sendiri. Untuk kedua jenis mengisap, mengisap dewasa terdiri dari 2 komponen: hisap dan ekspresi

Kemampuan menghisap sesuai dengan tekanan negatif intraoral yang menarik cairan ke dalam mulut, tindakan yang mirip dengan minum dengan sedotan. Turunnya mandibula bagian bawah meningkatkan volume rongga mulut sementara penutupan saluran hidung oleh langit-langit lunak dan bibir yang rapat di sekitar puting susu atau botol mencegah aliran udara masuk. Ekspresi sesuai dengan kompresi dan/atau pengupasan lidah terhadap langit-langit keras untuk mengeluarkan cairan ke dalam mulut. Dalam mengikuti perkembangan hisapan nutrisi pada bayi dengan berat badan lahir sangat rendah, kami mengembangkan skala deskriptif berdasarkan ada dan tidak adanya komponen hisap dan ekspresi, ritme masing-masing, dan pencapaian akhir dari pergantian ritmis yang matang dari hisapan. /ekspresi.Terdapat  evolusi pola mengisap nutrisi bayi saat mereka dewasa. Tahap 1, yang paling imatur, ditandai dengan tidak adanya suction dan ekspresi yang aritmia saja; Tahap 5, yang paling matang, ditandai dengan pergantian ritmis hisap/ekspresi. Dari studi ini, menjadi jelas bahwa pematangan komponen ekspresi terjadi sebelum suction. Sangat menarik untuk dicatat bahwa kehadiran suction saja jarang diamati berbeda dengan ekspresi saja menunjukkan bahwa pematangan otot yang terlibat dalam generasi ekspresi terjadi sebelum suction.

Usia 0 – 6 bulan

  • BAYI ANDA SUDAH BISA menyusu! Bayi Anda dibekali refleks rooting –ia akan mengikuti arah jari bila Anda meletakkan jari di pipinya– dan refleks membuka mulut, seakan-akan mencari puting susu ibunya. Semua ini mempermudah bayi untuk menyusui. Kedua refleks ini diikuti dengan kemampuan menelan yang dipicu dengan kemampuannya menghisap, dibantu dengan lidah yang memiliki kemampuan mendorong untuk mempermudah proses awal ini. Semakin lama refleks-refleks dasarnya semakin terintegrasi dan sedikit demi sedikit mulai mengembangkan pola menghisap dan menelan diselingi dengan bernapas dengan lebih baik. Semakin lama refleks menghisap mulai menghilang, digantikan dengan tindakan yang lebih bertujuan sifatnya.
  • BERIKAN: ASI saja!

Usia 6 – 9 bulan

  • BAYI SUDAH BISA dan siap menerima makanan padat, makanan pendamping ASI (MP ASI). Pada usia ini bayi mulai tumbuh gigi, gerakan rahangnya tidak lagi menyatu dengan gerakan lidah dan mulut. Lidahnya bisa bergerak ke segala arah. Pada saat ada makanan disuapkan ke dalam mulutnya dengan sendok, mulutnya akan membuka hingga sendok memasuki mulutnya. Bibir bawah akan menarik kedalam membantu memindahkan makanan dan bibir atas membersihkan makanan di atas sendok. Mulai saat ini, variasikan asupan makanan supaya anak terbiasa mencoba berjenis-jenis makanan sejak awal. Makanan padat pertama yang dapat dicobakan adalah bubur susu. Setelah sebulan atau lebih dan bayi tidak ada masalah dengan asupan pertamanya, cobakan bubur atau tim saring. Pada usia ini, bayi juga sudah bisa duduk tegak di kursi makannya (high chair). Ia juga sudah bisa menggenggam kue atau finger food yang bertekstur halus dan berusaha menggigitnya, semakin dapat mengunyah makanan dengan rahang walau giginya belum tumbuh sempurna. Perlu bersabar ketika menyuapinya karena ia suka memindahkan makanan di dalam mulutnya dengan bantuan lidah. Ia juga baru belajar mengoordinasikan keterampilan antara menghirup air, menelan dan bernapas sehingga membutuhkan training cup atau sippy cup untuk membantunya belajar minum dengan lebih baik.
  • BERIKAN: sereal bayi kaya zat besi, pure, sayur dan buah saring.

Usia 9 – 12 bulan

  • BAYI SUDAH BISA menggerakkan lidah dari sisi kiri ke sisi kanan mulut. Ia juga sudah memiliki beberapa gigi sehingga sudah mampu menggigit makanan lunak dan mengunyah. Kekuatan tangannya sudah cukup untuk mulai memegang makanan bertekstur halus yang sudah dipotong kecil dengan ibu jari dan telunjuk, dan kemudian menyuapnya ke mulut. Pastikan untuk tidak memberinya makanan yang terlalu besar atau keras, karena ia bisa tersedak. Biarkan ia belajar makan sendiri walaupun ia masih melengkungkan tangannya ketika memegang sendok. Biarkan ia minum dari cangkir berpegangan (sippy cup). Ia hanya perlu sedikit bantuan Anda, karena kini ketika sedang minum rahangnya tak lagi bergerak-gerak –walaupun ketika minum, kordinasi antara menghirup air, menelan dan bernapas belum terlalu baik.
  • BERIKAN buah lunak potong atau dihaluskan, sayuran rebus lunak, potongan roti, crackers, potongan keju, ASI atau susu formula diperkaya zat besi, jus buah dalam cangkir. Ia pun sudah bisa makan nasi tim tanpa perlu saring, yang membuat jonjot-jonjot usus bayi terangsang untuk tumbuh lebih sempurna.

 

BACA  Nonton Televisi Penyebab Keterlambatan Bicara Pada Anak ?

 

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *