KLINIK TUMBUH KEMBANG ONLINE

Tahapan Pertumbuhan Normal Pada Intra Uterin dan Bayi 0-12 Bulan

Pertumbuhan normal melibatkan panjang dan berat tubuh, dan termasuk pertumbuhan dan perkembangan internal. Otak seorang anak tumbuh paling pesat selama lima tahun pertama kehidupannya, mencapai 90 persen dari ukuran akhirnya. Pertumbuhan juga mempengaruhi bagian tubuh yang berbeda dengan kecepatan yang berbeda; kepala hampir mencapai seluruh ukurannya pada usia 1. Selama masa kanak-kanak, tubuh anak menjadi lebih proporsional. Pertumbuhan sempurna antara usia 16 dan 18 tahun, ketika ujung tulang yang tumbuh menyatu.

Sejak anak dilahirkan, pertumbuhan badan adalah perubahan yang mudah terlihat. Pertumbuhan dapat didefinisikan sebagai pertambahan ukuran, jumlah sel, dan jaringan pembentuk tubuh lainnya sehingga ukuran fisik dan bentuk tubuh bertambah sebagian atau keseluruhan. Pertumbuhan dapat dinilai dengan mengukur tinggi badan, berat badan, dan lingkar kepala.

Masa pertumbuhan tercepat seorang anak adalah 1000 hari pertama kehidupan (1.000 HPK), yang dinilai sejak awal kehamilan hingga ulang tahun kedua seorang anak. Pada masa ini terjadi pembentukan otak dan organ penting lainnya. Potensi tinggi badan seorang anak sangat bergantung pada kecukupan nutrisi yang didapat selama masa ini. Adanya gangguan pertumbuhan yang tidak terdeteksi dan tidak diintervensi menyebabkan efek jangka panjang yang dapat menurunkan kualitas hidupnya.

Evaluasi Pertumbuhan Anak

Cara mudah mengetahui pertumbuhan bayi usia satu tahun normal atau tidak adalah berat badan mencapai tiga kali berat lahir, panjang badan naik 50 persen dari panjang lahir, dan lingkar kepala naik sekitar 10 cm. Walau begitu, setiap anak akan bertumbuh dengan kecepatan yang berbeda sehingga perlu pengukuran berkala untuk memastikan tidak ada kelainan. Frekuensi pengukuran yang disarankan adalah setiap bulan sampai usia satu tahun, setiap 3 bulan sampai usia 3 tahun, setiap 6 bulan sampai usia 6 tahun, dan 1 tahun sekali pada tahun-tahun berikutnya.

BACA  Tahapan Pertumbuhan Normal Pada Fase Kanak Kanak

Acuan yang digunakan untuk tiap kelompok usia dapat berbeda. Saat ini Indonesia menggunakan kurva pertumbuhan milik Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan kurva dari Center for Disease Control Prevention (CDC,2000).Indikator yang umum digunakan di Indonesia adalah berat badan menurut tinggi badan (BB/TB), meski ada juga indicator lain seperti tinggi badan menurut usia (TB/U), dan berat badan menurut usia (BB/U).

Indikator BB/TB menentukan status gizi anak dengan membandingkan berat dengan berat ideal menurut tinggi badannya, kemudian dapat diinterpretasikan sebagai obesitas, gizi lebih, gizi baik, gizi kurang, dan gizi buruk. Indikator TB/U membandingkan tinggi badan seorang anak dengan anak yang sama jenis kelamin seusianya. Interpretasinya adalah tinggi, normal, perawakan pendek, dan perawakan sangat pendek. Adapun indicator BB/U membagi anak menjadi berat badan normal, berat badan kurang, dan berat badan berlebih. Indicator ini membandingkan berat badan seorang anak dengan anak seusianya.

Pengukuran yang sering terlupa oleh orang tua adalah lingkar kepala. Pengukuran ini setiap tiga bulan sampai usia satu tahun, dan setiap 6 bulan sampai usia 6 tahun. Dari hasilnya, lingkar kepala dapat dibagi menjadi normal, kecil (mikrosefali), dan besar (makrosefali).Lingkar kepala yang kecil ataupun besar dapat disebabkan gangguan pertumbuhan otak.

Untuk memastikan pertumbuhan sesuai dengan acuan, bawalah anak secara teratur ke layanan kesehatan. Bila curiga ada kelainan pertumbuhan, segera bawa anak ke dokter. Pastikan setiap kali anak diukur berat, panjang/tinggi badan, dan lingkar kepalanya, data diplot di kurva pertumbuhan yang sesuai agar dapat dinilai keadaannya saat ini. Bisa saja anak memiliki pertumbuhan normal sampai usia tertentu, tetapi terjadi gangguan setelahnya. Misalnya, seorang anak usia satu tahun tergolong gizi baik dengan tinggi badan sesuai usia, tepai kemudian mengalami infeksi berat sehingga pertumbuhan setelah usia satu tahun terhambat.

BACA  Pertumbuhan Fisik Normal pada anak

Kurva Pertumbuhan Normal WHO

Pada tahun 2006, WHO mengeluarkan sebuah kurva pertumbuhan standar yang menggambarkan pertumbuhan anak umur 0-59 bulan di lingkungan yang diyakini dapat mendukung pertumbuhan optimal anak. Untuk membuat kurva pertumbuhan ini, WHO melakukan penelitian multisenter pada tahun 1997 sampai 2003 dengan tujuan untuk menggambarkan pertumbuhan anak yang hidup di lingkungan yang tidak memiliki faktor penghambat pertumbuhan. Data dikumpulkan dari 6 negara yaitu Brazil, Ghana, India, Norwegia, Oman dan Amerika. Penelitian ini terdiri atas dua bagian; pertama adalah penelitian longitudinal (subyek diikuti dari lahir sampai usia 2 tahun); dan kedua adalah penelitian cross-sectional (pada anak usia 1,5 sampai 5 tahun). Panjang badan diukur pada posisi tidur telentang untuk anak usia 0-2 tahun dan setelah usia 2 tahun tinggi badan diukur sebagai tinggi berdiri.

Fase pertumbuhan normal fase intrauterin

  • Pada fase ini pertumbuhan sangat dipengaruhi oleh lingkungan intrauterin. Insulin, IGF dan protein pengikat berperan penting dalam pertumbuhan fetus. Hormon pertumbuhan dan hormon tiroid pada fase ini nggak banyak berperan.
  • Pertumbuhan tercepat saat usia kandungan 20-24 minggu dengan laju pertumbuhan 2,5 cm tiap minggu. Pertumbuhan janin yang normal adalah komponen penting dari kehamilan yang sehat dan mempengaruhi kesehatan keturunannya dalam jangka panjang. Namun, mendefinisikan pertumbuhan janin normal dan abnormal telah menjadi tantangan lama dalam praktik dan penelitian klinis.
  • Para penulis meninjau berbagai referensi dan standar yang banyak digunakan untuk mengevaluasi pertumbuhan janin, dan mendiskusikan kendala umum dari definisi pertumbuhan janin abnormal saat ini. Pro dan kontra dari berbagai pendekatan untuk menyesuaikan standar pertumbuhan janin dijelaskan.
  • Kemajuan terbaru menuju definisi terintegrasi untuk hambatan pertumbuhan janin. Definisi tersebut dapat menggabungkan ukuran janin dengan status kesehatan plasenta yang diukur dengan velosimetri dan biomarker Doppler ibu dan janin, temuan biofisik, dan genetika.
  • Meskipun konsep definisi terintegrasi tampak menjanjikan, pengembangan dan pengujian lebih lanjut diperlukan. Definisi yang lebih baik dari pertumbuhan janin abnormal harus bermanfaat bagi penelitian dan praktik klinis.
BACA  Fase Pertumbuhan Normal Pada Anak

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *