KLINIK TUMBUH KEMBANG ONLINE

Tanda dan Gejala ADHD

 

ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) adalah gangguan perkembangan dalam peningkatan aktivitas motorik anak-anak hingga menyebabkan aktivitas anak-anak yang tidak lazim dan cenderung berlebihan. Hal ini ditandai dengan berbagai keluhan perasaan gelisah, tidak bisa diam, tidak bisa duduk dengan tenang, dan selalu meninggalkan keadaan yang tetap seperti sedang duduk, atau sedang berdiri. Beberapa kriteria yang lain sering digunakan adalah suka meletup-letup, aktivitas berlebihan, dan suka membuat keributan

Attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) adalah kondisi perkembangan kurangnya perhatian dan gangguan, dengan atau tanpa hiperaktif yang menyertai. Ada 3 bentuk dasar ADHD yang dijelaskan dalam Manual Diagnostik dan Statistik, Edisi Kelima (DSM-5) dari American Psychiatric Association: lalai; hiperaktif-impulsif; dan digabungkan.

ADHD diperkirakan mempengaruhi sekitar 6-7% orang berusia kurang dari atau sama dengan 18 tahun ketika didiagnosis melalui kriteria DSM-IV.[1] Ketika didiagnosis melalui kriteria ICD-10 dalam kelompok usia ini diperkirakan sebesar 1-2%.[2] Anak laki-laki dua kali lebih prevalen dibanding perempuan.

Manifestasi Klinik

Gejala Klinis

  • Gejala yang timbul dapat bervariasi mulai dari yang ringan hingga yang berat, gejala ADHD sudah dapat dilihat sejak usia bayi, gejala yang harus dicermati adalah sensitif terhadap suara dan cahaya, menangis, suka menjerit dan sulit tidur. Waktu tidur yang kurang sehingga bayi sering kali terbangun. Sulit makan dan minum ASI. Tidak senang digendong, suka membenturkan kepala, dan sering marah berlebihan. Keluhan yang terlihat pada anak yang lebih besar adalah, tampak canggung, sering mengalami kecelakaan, perilaku berubah-ubah, gerakan konstan atau monoton, lebih ribut dibandingkan anak-anak lainnya, kurang konsentrasi, tidak bisa diam, mudah marah, nafsu makan buruk, koordinasi mata dan tangan tidak baik, suka menyakiti diri sendiri, dan gangguan tidur.

Untuk mempermudah diagnosis pada ADHD harus memiliki tiga gejala utama yang tampak pada perilaku seorang anak yaitu inatensi, hiperaktif, dan impulsif.

  1. Inatensi  Kurangnya kemampuan untuk memusatkan perhatian misalnya jarang menyelesaikan perintah sampai tuntas, mainan sering tertinggal, sering membuat kesalahan, mudah beralih perhatian (terutama oleh rangsang suara). Gangguan ini harus mencakup setidaknya 6 dari gejala kurang perhatian berikut yang harus bertahan setidaknya selama 6 bulan ke tingkat yang maladaptif dan tidak konsisten dengan tingkat perkembangan:
    • Seringkali gagal memberikan perhatian yang cermat pada detail atau membuat kesalahan yang ceroboh dalam tugas sekolah, pekerjaan, atau aktivitas lainnya
    • Seringkali mengalami kesulitan mempertahankan perhatian dalam tugas atau aktivitas bermain
    • Seringkali tidak mendengarkan apa yang dikatakan
    • Seringkali tidak mengikuti instruksi dan gagal menyelesaikan tugas sekolah, pekerjaan rumah, atau tugas di tempat kerja (bukan karena perilaku berlawanan atau kegagalan untuk memahami instruksi)
    • Sering mengalami kesulitan dalam mengatur tugas dan kegiatan
    • Seringkali menghindari atau sangat tidak menyukai tugas (seperti tugas sekolah atau pekerjaan rumah) yang membutuhkan upaya mental berkelanjutan
    • Sering kehilangan barang-barang yang diperlukan untuk tugas atau aktivitas (tugas sekolah, pensil, buku, peralatan, atau mainan)
    • Seringkali dengan mudah terganggu oleh rangsangan asing
    • Sering pelupa dalam aktivitas sehari-hari
  2. Hiperaktif  Perilaku yang tidak bisa diam, seperti banyak bicara, tidak dapat tenang/diam (mempunyai kebutuhan untuk selalu bergerak), sering membuat gaduh suasana, selalu memegang apa yang dilihat, sulit untuk duduk diam, lebih gelisah dan impulsif dibandingkan dengan mereka yang seusia, suka teriak-teriak.  Gangguan ini harus mencakup setidaknya 6 dari gejala hiperaktif-impulsif berikut yang harus bertahan setidaknya selama 6 bulan ke tingkat yang maladaptif dan tidak sesuai dengan tingkat perkembangan:
    • Merasa gelisah atau mengetuk tangan atau kaki, menggeliat di tempat duduk
    • Meninggalkan kursi di ruang kelas atau dalam situasi lain yang mengharuskan tetap duduk
    • Berlari atau memanjat berlebihan dalam situasi di mana perilaku ini tidak pantas (pada remaja atau orang dewasa, ini mungkin terbatas pada perasaan subjektif kegelisahan)
    • Kesulitan bermain atau melakukan aktivitas santai dengan tenang
    • Tidak dapat atau tidak nyaman diam untuk waktu yang lama (mungkin dialami oleh orang lain sebagai “dalam perjalanan” atau sulit untuk diikuti)
  3. Impulsif  Kesulitan untuk menunda respon (dorongan untuk mengatakan/melakukan sesuatu yang tidak sabar) seperti sering mengambil mainan teman dengan paksa, tidak sabaran, reaktif, sering bertindak tanpa dipikir dahulu.
    • Berbicara berlebihan
    • Mengaburkan jawaban atas pertanyaan sebelum pertanyaan diselesaikan
    • Kesulitan menunggu dalam antrean atau menunggu giliran dalam permainan atau situasi kelompok
    • Mengganggu atau mengganggu orang lain (untuk remaja dan orang dewasa, dapat mengganggu atau mengambil alih apa yang dilakukan orang lain)
  4. Gejala lainnya  Gejala-gejala lainnya yaitu sikap menentang, cemas, dan memiliki masalah sosial. (i) Sikap menentang seperti sering melanggar peraturan, bermasalah dengan orang-orang yang memiliki otoritas, lebih mudah merasa terganggu, mudah marah (dibandingkan dengan mereka yang seusia). (ii) Rasa cemas seperti banyak mengalami rasa khawatir dan takut, cenderung emosional, sangat sensitif terhadap kritikan, mengalami kecemasan pada situasi yang baru atau yang tidak familiar, terlihat sangat pemalu dan menarik diri. (iii) Masalah sosial seperti hanya memiliki sedikit teman, sering memiliki rasa rendah diri dan tidak percaya diri.
BACA  Patofisiologi Terkini ADHD

Pemeriksaan Fisik
Tidak ada temuan fisik yang berkorelasi baik dengan ADHD.

Pemeriksaan Status Mental mungkin mencatat hal-hal berikut:

  • Penampilan: Paling sering, janji sulit untuk disusun dan dipertahankan karena hiperaktif dan distractibility. Anak-anak dengan ADHD mungkin terlihat gelisah, impulsif, dan tidak dapat duduk diam, atau mereka mungkin aktif berlarian di sekitar kantor. Orang dewasa dengan ADHD mungkin mudah terganggu, gelisah, dan pelupa.
  • Pengaruh / suasana hati: Pengaruh biasanya sesuai dan mungkin meningkat, tetapi tidak boleh bersifat euforia. Suasana hati biasanya bersifat eutimik, kecuali untuk periode harga diri rendah dan suasana hati yang menurun (distimik). Suasana hati dan pengaruh tidak terutama dipengaruhi oleh ADHD, meskipun lekas marah mungkin sering dikaitkan dengan ADHD.
  • Proses bicara / berpikir: Pidato pada kecepatan normal tetapi mungkin lebih keras karena impulsif. Proses berpikir diarahkan pada tujuan tetapi mungkin mencerminkan kesulitan untuk tetap pada topik atau tugas. Tidak boleh ada bukti pemikiran berlomba atau pidato yang tertekan. Gejala-gejala ini lebih sesuai dengan keadaan manik (gangguan bipolar).
  • Halusinasi atau delusi: Tidak ada.
  • Konten pemikiran / bunuh diri: Konten harus normal, tanpa bukti gejala bunuh diri / pembunuhan atau psikotik.
  • Kognisi: Konsentrasi dan penyimpanan ke dalam memori terkini terpengaruh. Pasien dengan ADHD mungkin mengalami kesulitan dengan tugas kalkulasi dan tugas memori terkini. Orientasi, memori jarak jauh, atau abstraksi tidak boleh terpengaruh.

ADHD dikaitkan dengan sejumlah diagnosis klinis lainnya. Peneliti dari CDC, University of Florida-Jacksonville, dan University of Oklahoma Health Sciences Center menemukan bahwa lebih dari separuh anak-anak dengan ADHD juga memiliki gangguan mental lain, dan anak-anak ini lebih cenderung memiliki masalah lain, seperti berjuang dengan pertemanan dan terlibat masalah di sekolah atau dengan polisi.  Penelitian telah menunjukkan bahwa banyak orang menderita ADHD dan gangguan kepribadian antisosial (ASD).  Orang-orang ini berisiko lebih tinggi untuk berperilaku membahayakan diri sendiri. ADHD juga terkait dengan perilaku adiktif. Semakin parah gejala ADHD, semakin besar pula penggunaan tembakau, alkohol, dan mariyuana.  Beberapa orang memiliki ADHD dan gangguan spektrum autisme.

BACA  Presentasi Klinis, Penyebab Nightmare atau Gangguan Mimpi Buruk Dan Penanganannya

Gejala ADHD dan gangguan bipolar mungkin berkorelasi langsung. Pasien dengan ADHD harus dinilai untuk kemungkinan gangguan bipolar yang mendasari atau ada bersamaan, dan sebaliknya.

 

Referensi

  • Willcutt, EG (July 2012). “The prevalence of DSM-IV attention-deficit/hyperactivity disorder: A meta-analytic review”. Neurotherapeutics. 9 (3): 490–9. doi:10.1007/s13311-012-0135-8. PMC 3441936 alt=Dapat diakses gratis. PMID 22976615.
  • Akinbami LJ, Liu X, Pastor PN, Reuben CA. Attention deficit hyperactivity disorder among children aged 5-17 years in the United States, 1998-2009. NCHS Data Brief. 2011 Aug. 1-8.
  • Narad. Secondary Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder in Children and Adolescents 5 to 10 Years After Traumatic Brain Injury.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *