Gejala, Penyebab dan Penanganan Global Development Delay

Spread the love

Gejala, Penyebab dan Penanganan Global Development Delay

Sandiaz Yudhasmara, Widodo Judarwanto

Keterlambatan perkembangan khususnya Global Development Delay adalah salah satu masalah yang paling umum ditemui dalam praktek dokter anak. Penting untuk menyelidiki anak-anak tersebut, terutama dalam upaya untuk mengidentifikasi penyebab, tetapi juga untuk membantupenanganan dan untuk memberikan informasi tentang prognosis, risiko kekambuhan, dan strategi pencegahan di masa depan. Anamnesis yang komprehensif sangat penting, seperti pemeriksaan fisik yang cermat. Pemeriksaan laboratorium bukan merupakan pengganti anamnesis dan pemeriksaan dalam evaluasi anak yang mengalami keterlambatan perkembangan global, tetapi dapat menjadi tambahan yang berguna dalam menentukan etiologi. Mengikuti tinjauan literatur yang ekstensif, pedoman berbasis bukti telah dibuat untuk membantu dalam pemilihan investigasi yang tepat untuk kelompok anak-anak ini. 

Global Development Delay atau Keterlambatan Perkembangan Global adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan disabilitas intelektual umum yang biasanya dicirikan oleh fungsi intelektual yang lebih rendah daripada rata-rata bersama dengan pembatasan signifikan dalam setidaknya dua bidang perkembangan lainnya. Tanda-tanda umum keterlambatan perkembangan global termasuk tertundanya pencapaian tahapan perkembangan normal seperti misalnya kemampuan duduk, merangkak, berjalan, penalaran terbatas atau kemampuan konseptual, keterampilan sosial yang buruk, perilaku agresif, dan kesulitan komunikasi.

Keterlambatan perkembangan global adalah istilah umum yang digunakan ketika anak-anak secara signifikan mengalami keterlambatan dalam perkembangan kognitif dan fisik mereka. Ini dapat didiagnosis ketika seorang anak tertunda dalam satu atau lebih tonggak, dikategorikan ke dalam keterampilan motorik , berbicara , keterampilan kognitif, dan perkembangan sosial dan emosional.  Biasanya ada kondisi tertentu yang menyebabkan keterlambatan ini, seperti sindrom Fragile X atau kelainan kromosom lainnya . Namun, terkadang sulit untuk mengidentifikasi kondisi yang mendasari ini.

Istilah lain yang terkait dengan kondisi ini adalah kegagalan untuk berkembang (yang berfokus pada kurangnya penambahan berat badan dan perkembangan fisik), disabilitas intelektual (yang berfokus pada defisit intelektual dan perubahan yang diakibatkannya pada perkembangan) dan disabilitas perkembangan (yang dapat merujuk pada intelektual dan kecacatan fisik yang mengubah perkembangan).

GDD memiliki banyak penyebab yang pada akhirnya mempengaruhi fungsi sistem saraf pusat. Penyebab dapat berupa faktor genetik (misalnya, sindrom Fragile X), atau faktor metabolik (misalnya, PKU), faktor prenatal (misalnya, rubella atau trauma lahir), faktor perinatal (misalnya, prematuritas atau hasil cedera atau infeksi pada masa kanak-kanak).

Mengenal Keterlambatan Perkembangan Umum pada Anak

Seringkali orang tua tidak menyadari ketika buah hatinya mengalami keterlambatan perkembangan. Perkembangan setiap anak memiliki keunikan tersendiri dan kecepatan pencapaian perkembangan tiap anak berbeda. Kisaran waktu pencapaian tiap tahap perkembangan umumnya cukup besar, misalnya seorang anak dikatakan normal jika ia dapat berjalan mulai usia 10 hingga 18 bulan, sehingga seringkali terjadi perbedaan perkembangan di antara anak yang seusia. Untuk itu, orang tua perlu mengenal tanda bahaya (red flag) perkembangan anak.

Seorang anak dapat mengalami keterlambatan perkembangan di hanya satu ranah perkembangan saja, atau dapat pula di lebih dari satu ranah perkembangan. Keterlambatan perkembangan umum atau global developmental delay merupakan keadaan keterlambatan perkembangan yang bermakna pada dua atau lebih ranah perkembangan. Secara garis besar, ranah perkembangan anak terdiri atas motor kasar, motor halus, bahasa / bicara, dan personal sosial / kemandirian. Sekitar 5 hingga 10% anak diperkirakan mengalami keterlambatan perkembangan. Data angka kejadian keterlambatan perkembangan umum belum diketahui dengan pasti, namun diperkirakan sekitar 1-3% anak di bawah usia 5 tahun mengalami keterlambatan perkembangan umum.

Istilah keterlambatan perkembangan umum dapat digunakan untuk anak berusia di bawah 5 tahun, sedangkan retardasi mental umumnya dipakai untuk anak yang lebih tua dimana tes IQ dapat memberikan hasil yang lebih akurat dan dengan reliabilitas yang lebih baik. Anak dengan gangguan perkembangan umum tidak selalu mengalami retardasi mental di kemudian hari.

BACA  Gejala dan Penanganan Disleksia

Untuk mengetahui apakah seorang anak mengalami keterlambatan perkembangan umum, perlu data / laporan atau keluhan orang tua dan pemeriksaan deteksi dini atau skrining perkembangan pada anak. Pemeriksaan skrining perkembangan penting dilakukan dan harus dilakukan dengan menggunakan alat skrining perkembangan yang benar. Dengan mengetahui secara dini, maka dapat dicari penyebab keterlambatannya dan segera dilakukan intervensi yang tepat.

Penyebab

Penyebab keterlambatan perkembangan umum antara lain gangguan genetik atau kromosom seperti sindrom Down; gangguan atau infeksi susunan saraf seperti palsi serebral atau CP, spina bifida, sindrom Rubella; riwayat bayi risiko tinggi seperti bayi prematur atau kurang bulan, bayi berat lahir rendah, bayi yang mengalami sakit berat pada awal kehidupan sehingga memerlukan perawatan intensif dan lainnya.

Keterlambatan perkembangan dapat disebabkan oleh ketidakmampuan belajar , dalam hal ini keterlambatan biasanya dapat diatasi dengan waktu dan dukungan – seperti dengan fisioterapis, terapis okupasi, dan terapis bicara dan bahasa.  Penyebab lain yang dapat menyebabkan keterlambatan permanen dalam perkembangan termasuk kelainan genetik seperti sindrom Down dan Fragile X , infeksi masa kanak-kanak seperti meningitis atau ensefalitis, dan gangguan metabolisme seperti hipotiroidisme . Gangguan metabolisme lebih cenderung menyebabkan keterlambatan perkembangan pada anak yang lebih besar karena banyak masalah metabolisme bawaan yang mudah dikelola disaringuntuk periode neonatus. Penggunaan zat beracun pada kehamilan, terutama alkohol, dapat menyebabkan keterlambatan perkembangan jika mempengaruhi perkembangan neurologis janin, seperti pada sindrom alkohol janin . Meskipun ada banyak penyebab keterlambatan yang diketahui, beberapa anak tidak akan pernah menerima diagnosis.

Tanda bahaya perkembangan motor kasar

  1. Gerakan yang asimetris atau tidak seimbang misalnya antara anggota tubuh bagian kiri dan kanan.
  2. Menetapnya refleks primitif (refleks yang muncul saat bayi) hingga lebih dari usia 6 bulan
  3. Hiper / hipotonia atau gangguan tonus otot
  4. Hiper / hiporefleksia atau gangguan refleks tubuh
  5. Adanya gerakan yang tidak terkontrol

Tanda bahaya gangguan motor halus

  1. Bayi masih menggenggam setelah usia 4 bulan
  2. Adanya dominasi satu tangan (handedness) sebelum usia 1 tahun
  3. Eksplorasi oral (seperti memasukkan mainan ke dalam mulut) masih sangat dominan setelah usia 14 bulan
  4. Perhatian penglihatan yang inkonsisten

Tanda bahaya bicara dan bahasa (ekspresif)

  1. Kurangnya kemampuan menunjuk untuk memperlihatkan ketertarikan terhadap suatu benda pada usia 20 bulan
  2. Ketidakmampuan membuat frase yang bermakna setelah 24 bulan
  3. Orang tua masih tidak mengerti perkataan anak pada usia 30 bulan

Tanda bahaya bicara dan bahasa (reseptif)

  1. Perhatian atau respons yang tidak konsisten terhadap suara atau bunyi, misalnya saat dipanggil tidak selalu member respons
  2. Kurangnya join attention atau kemampuan berbagi perhatian atau ketertarikan dengan orang lain pada usia 20 bulan
  3. Sering mengulang ucapan orang lain (membeo) setelah usia 30 bulan

Tanda bahaya gangguan sosio-emosional

  1. 6 bulan: jarang senyum atau ekspresi kesenangan lain
  2. 9 bulan: kurang bersuara dan menunjukkan ekspresi wajah
  3. 12 bulan: tidak merespon panggilan namanya
  4. 15 bulan: belum ada kata
  5. 18 bulan: tidak bisa bermain pura-pura
  6. 24 bulan: belum ada gabungan 2 kata yang berarti
  7. Segala usia: tidak adanya babbling, bicara dan kemampuan bersosialisasi / interaksi

Tanda bahaya gangguan kognitif

  1. 2 bulan: kurangnya fixation
  2. 4 bulan: kurangnya kemampuan mata mengikuti gerak benda
  3. 6 bulan: belum berespons atau mencari sumber suara
  4. 9 bulan: belum babbling seperti mama, baba
  5. 24 bulan: belum ada kata berarti
  6. 36 bulan: belum dapat merangkai 3 kata

Pendekatan Diagnosis

Pendekatan keterlambatan perkembangan global pada anak-anak prasekolah bervariasi di antara klinik di Rumah Sakit dan dokter anak. Setelah pencarian literatur dan review dari basis bukti, pedoman dikembangkan untuk membantu dalam penilaian dan pengelolaan anak-anak tersebut yang datang ke layanan tingkat menengah. Bukti yang mendukung penggunaan investigasi genetik dan biokimia berdasarkan skrining ditemukan, tetapi tidak ada bukti yang mendukung penggunaan investigasi metabolik atau neuroimaging tanpa adanya temuan positif lainnya pada riwayat atau pemeriksaan. Anamnesis dan pemeriksaan yang terperinci sangat penting dalam penilaian anak-anak dengan keterlambatan perkembangan global. Investigasi dapat menjadi tambahan yang berguna dalam menentukan etiologi. Pedoman berbasis bukti telah dikembangkan untuk membantu dokter dalam pemilihan investigasi yang tepat untuk kelompok anak-anak ini.

  • Perkembangan anak adalah proses yang dinamis, dan pada saat ini penilaian yang didapat hanyalah hanya sebuah bagian kecil dari gambaran yang lebih besar dan harus ditafsirkan dalam konteks riwayat anak dari konsepsi hingga saat ini. Sementara seorang anak mungkin tampak memiliki perkembangan normal untuk dua belas bulan pertama kehidupannya, penyimpangan dalam perjalanan perkembangan anak di tahun-tahun berikutnya adalah indikasi kekurangan yang mendasar.
  • Developmental screening (penyaringan pengawasan) dapat mengidentifikasi anak-anak yang mungkin perlu evaluasi. Ini adalah prosedur penilaian singkat yang dirancang untuk mengidentifikasi anak-anak yang harus menerima diagnosis atau penilaian yang lebih intensif.
  • Developmental Surveilance (pengawasan perkembangan) adalah proses berkelanjutan di mana anak diikuti dari waktu ke waktu untuk menangkap kekurangan halus dalam proses perkembangan anak. Komponen-komponen dari surveilans perkembangan termasuk memunculkan dan memperhatikan kekhawatiran orang tua, mengamati perkembangan kegiatan anak dan merujuk kepada penilaian pengembangan lebih lanjut oleh para profesional terkait hal lainnya.
  • Penilaian diagnostik dilakukan pada anak yang telah diidentifikasi memiliki masalah yang potensial. Langkah ini membutuhkan keterlibatan yang luas dari berbagai tim seperti psikolog, pendidik, pekerja sosial, dokter anak perkembangan, ahli genetika, dan atau profesional medis lainnya.
BACA  Gangguan Mengunyah dan Menelan pada Anak

Pemantauan perkembangan dilakukan selama kunjungan kesehatan untuk memeriksa perkembangan anak. Otoritas kesehatan mendorong orang tua untuk memantau perkembangan anak mereka, program CDC “Pelajari Tandanya. Bertindak Dini”  menyediakan materi untuk perkembangan anak yang dinilai berdasarkan tonggak yang diharapkan untuk tindakan seperti bagaimana mereka bermain, belajar, berbicara , bertindak dan bergerak. Pencapaian yang terlewat dapat menimbulkan kekhawatiran, sehingga dokter atau spesialis lain mungkin meminta tes atau pemeriksaan yang lebih menyeluruh untuk melihat lebih dekat, hal ini biasanya dilakukan dengan menjalani Pemeriksaan Perkembangan.

Skrining Perkembangan adalah proses yang lebih melibatkan. Profesional yang mengevaluasi akan meminta orang tua untuk mengisi kuesioner berbasis penelitian yang menanyakan tentang perkembangan anak, termasuk bahasa, gerakan, pemikiran, perilaku, dan emosi. Skrining Perkembangan direkomendasikan oleh American Academy of Pediatrics (AAP) untuk semua anak pada usia 9, 18, dan 30 bulan. AAP juga merekomendasikan agar semua anak diskrining secara khusus untuk gangguan spektrum autisme (ASD) selama kunjungan rutin anak sehat pada usia 18 dan 24 bulan. Jika Skrining Perkembangan menunjukkan keterlambatan, maka anak tersebut harus dinilai dengan Evaluasi Perkembangan.

Evaluasi Perkembangan dilakukan oleh dokter anak Perkembangan, psikolog anak, atau penyedia terlatih lainnya dengan tujuan Mengidentifikasi dan mendiagnosis keterlambatan dan kondisi perkembangan.

  • Microarray kromosom dan kariotipe untuk mencari trisomi, mikrodelesi, dan duplikasi. Ini adalah tes diagnostik paling sensitif yang tersedia dan digunakan sebagai lini pertama dalam semua kasus, tetapi dapat melewatkan translokasi seimbang dan mosaik tingkat rendah.
  • Tes gen khusus tersedia untuk gangguan tertentu seperti sindrom Rett, meskipun ini adalah tes mahal yang tidak tersedia secara luas
  • Investigasi metabolik selektif mungkin berguna jika tidak ada penyebab lain yang dapat diidentifikasi, dan tes spesifik yang dilakukan akan tergantung pada presentasi. Kesalahan metabolisme bawaan yang menyebabkan gangguan metabolisme jarang terjadi dan pilihan pengobatan terbatas bahkan jika mereka berhasil didiagnosis.

Otak MRI yang ditargetkan dapat dianggap sebagai lini kedua pada pasien tertentu, dan lebih mungkin berkontribusi pada diagnosis jika anak memiliki tanda fisik abnormal seperti mikrosefali , makrosefali , perubahan lingkar kepala, tanda neurologis fokal, atau epilepsi .

Skrining neonatus digunakan di Inggris ( Tes Guthrie ) dan dapat mendiagnosis kesalahan metabolisme bawaan tertentu sebelum menyebabkan masalah perkembangan yang signifikan, dengan tujuan untuk mengelolanya sehingga tidak terjadi kerusakan permanen.

  • Defisiensi dehidrogenase asil-CoA rantai menengah
  • Homosisteinuria
  • Hipotiroid kongenital
  • Asidemia isovalerik
  • Glutaricaciduria tipe 1
  • Penyakit urin sirup maple
  • Kanada, AS, dan Belanda menawarkan skrining bayi baru lahir yang lebih ekstensif, mencakup beberapa gangguan siklus asam amino, organik, dan urea lainnya
BACA  Gangguan Oral Motor Pada Anak Sulit Makan

Penanganan

Penatalaksanaan spesifik anak dengan keterlambatan perkembangan global akan bergantung pada kebutuhan individu dan diagnosis yang mendasarinya. Intervensi dini sangat penting untuk mendukung anak mencapai potensi penuh mereka. Spesialis yang terlibat dalam pengelolaan GDD pada anak-anak termasuk

  • Terapis wicara
  • Terapis fisik
  • Terapis okupasi
  • Spesialis pendengaran (Audiolog)
  • Dokter anak perkembangan
  • Ahli saraf
  • Penyedia Layanan Intervensi Dini (tergantung lokasi)
  • Selain melibatkan profesional, orang tua dapat mendukung perkembangan anak mereka dengan bermain bersama mereka, membaca bersama mereka, menunjukkan kepada mereka bagaimana melakukan tugas, dan mendukung mereka untuk berpartisipasi dalam aktivitas kehidupan sehari-hari seperti mencuci, berpakaian, dan makan.

Secara umum, orang tua sebaiknya mengenal tanda bahaya (red flags) perkembangan anak yang sederhana seperti yang tercantum di bawah ini. Jika orang tua menemukan salah satu tanda bahaya di bawah ini, sebaiknya jangan menunda dan segeralah memeriksakan buah hatinya ke tenaga kesehatan terdekat.

Referensi

  • Srour, Myriam; Mazer, Barbara; Shevell, Michael I (2006). “Analysis of Clinical Features Predicting Etiologic Yield in the Assessment of Global Developmental Delay”. Pediatrics. 118 (1): 139–145.
  • CDC (2020-06-25). “Developmental Monitoring and Screening | CDC”. Centers for Disease Control and Prevention. Retrieved 2020-10-23.Public Domain
  • Mithyantha, Renuka; Kneen, Rachel; McCann, Emma; Gladstone, Melissa (2017-11-01). “Current evidence-based recommendations on investigating children with global developmental delay”. Archives of Disease in Childhood. 102 (11): 1071–1076. doi:10.1136/archdischild-2016-311271. ISSN 0003-9888. PMC 5738593. PMID 29054862.
  • “Developmental Delay in Children Management and Treatment | Cleveland Clinic”. Cleveland Clinic. Retrieved 2018-11-25.
loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published.